Pengertian E-learning

November 10, 2008 pukul 4:01 am | Ditulis dalam Komputer | 3 Komentar

E-learning merupakan suatu jenis belajar mengajar yang memungkinkan tersampaikannya bahan ajar ke siswa dengan menggunakan media internet, intranet atau media jaringan komputer lain. Untuk menyampaikan pembelajaran, e-learning selalu diidentikkan dengan penggunaan internet. Namun sebenarnya media penyampaian sangat beragam dari internet, intranet, cd, dvd, mp3, PDA, dan lain-lain. Penggunaan teknologi internet pada e-learning umumnya dengan pertimbangan memiliki jangkauan yang luas. Ada juga beberapa lembaga pendidikan dan perusahaan yang menggunakan jaringan intranet sebagai media e-learning sehingga biaya yang disiapkan relatif lebih murah.

E-Learning bisa mencakup pembelajaran secara formal maupun informal. E-Learning secara formal, misalnya adalah pembelajaran dengan kurikulum, silabus, mata pelajaran dan tes yang telah diatur dan disusun berdasarkan jadwal yang telah disepakati.

E-Learning bisa juga dilakukan secara informal dengan interaksi yang lebih sederhana, diantaranya E-learning bisa mencakup pemanfaatan komputer dalam menunjang peningkatan kualitas pembelajaran, termasuk di dalamnya penggunaan :

  1. Mobile technologies seperti PDA dan MP3 players.
  2. Juga penggunaan teaching materials berbasis web dan hypermedia, multimedia CD-ROM atau web sites, forum diskusi, e-mail, blogs, wiki. Mailing list, facebooks
  3. Keuntungan menggunakan e-learning diantaranya:
    • menghemat waktu proses belajar mengajar
    • mengurangi biaya perjalanan
    • menghemat biaya pendidikan secara keseluruhan (infrastruktur, peralatan, buku)
    • menjangkau wilayah geografis yang lebih luas
    • melatih pelajar lebih mandiri dalam mendapatkan ilmu pengetahuan

      Jadi Guru diharapakan mampu mengelola Blog, Wiki, Facebook, E-mail, Forum, Mailing list dsb. Tetapi E-learning bukan segala-galanya sebab tatap muka antara siswa dan guru sangat diperlukan. Peran guru mempunyai porsi 20%, Tugas/simulasi 20%, produk knowledge/e-learning 60%. Dengan demikian peran sekolah sekarang bukan hanya sebagai tempat belajar tetapi menjadikan sekolah sebagai Komunitas Belajar.

      Market pasar dalam dunia pendidikan adalah orangtua bukan lagi siswa

      About these ads

      3 Komentar »

      Umpan RSS untuk komentar-komentar pada pos ini. TrackBack URI

      1. Apakah e-learning bisa menggeser conventional learning pak?

      2. E-learning tidak akan bisa menggeser pendidikan secara conventional sebab tatap muka antara guru dengan siswa, doses dengan mahasiswa masih sangat diperlukan. Menurut saya E-learning mempunyai porsi 60% sisanya perlu tatap muka gitu he he…

      3. Selamat siang Pak Agus..
        Beberapa waktu yang lalu ketika browsing, saya menemukan pengertian mengenai elearning yang lain, huruf “e” pada elearning bukanlah electronik, melainkan envolving atau everywhere atau enhanced atau extended. Elearning disini adalah sebuah lingkungan belajar yang didukung dan terus-menerus berkembang, adanya proses kolaborasi dan fokus utamanya pada kinerja individu dan organisasi. Elektronik hanyalah salah satu medianya saja. (http://istiyanto.com)

        Matur nuwun


      Berikan Balasan

      Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

      WordPress.com Logo

      You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

      Twitter picture

      You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

      Facebook photo

      You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

      Google+ photo

      You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

      Connecting to %s

      Get a free blog at WordPress.com | Theme: Pool by Borja Fernandez.
      Entries dan komentar feeds.

      Ikuti

      Get every new post delivered to your Inbox.

      %d blogger menyukai ini: